Rabu, 13 Februari 2013

RAHASIA PUASA


Sebagai seorang muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran bulan Ramadhan yang mulia ialah sesuatu yang amat membahagiakan bagi kita. Sebab dengan menjalankan ibadah pada bulan Ramadhan,kita akan memperoleh banyak keuntungan, baik dalam kehidupan di dunia atau ketika di akhirat kelak.
Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk mengetahui rahasiapuasa yang merupakan salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan. Dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam,Dr Yusuf Qardhawi mengungkapkan terdapat lima rahasia puasa yang dapat kita ketahui untuk selanjutnya kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.Adapun rahasia puasa ialah:
1.       Menguatkan Jiwa.
Dengan beribadah puasa manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi lebih kuat, bahkan dengan puasa manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat  suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga semua do’anya dikabulkan oleh Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).
2.       Mendidik Kemauan.
Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar.
Rasulullah Saw mengatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.
3.       Menyehatkan Badan.
Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.
4.        Mengenal Nilai Kenikmatan.
Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya dengan berpuasa, manusia tidak hanya disuruh untuk memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya tetapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar sesungguhnya nikmat Allah yang telah berikan kepada kita.
Disinilah letak pentingnya ibadah puasa yaitu guna mendidik kita untuk menyadari betapa tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan supaya kita dapat menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan makna kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya.
5.       Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain.
Merasakan lapar dan haus memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang juga dirasakan oleh orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Semestinya dengan berpuasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya.
Oleh sebab itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar tahap demi tahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya.


   Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

Kamis, 17 Januari 2013

TAHALLUL



TAHALLUL
Tahallul merupakan  rangkaian kegiatan terakhir yang ada dalam ibadah umroh atau haji.Menurut bahasa tahallul ialah menjadi boleh atau diperbolehkan.Jadi tahallul  adalah diperbolehkannya atau dibebaskannya seseorang itu dari segala apa yang dilarang atau dipantang ketika melakukan ihram.Dan pelaksanan tahallul dilaksanakan dengan memotong rambut paling sedikit yaitu sebanyak 3 helai.Semua madzab mempunyai pendapat bahwa tahallul ialah wajib namun hanya madzab syafi’i yang menganggap tahallul sebagai rukun.
Tahallul dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu alhalq yang berati mencukur sampai habis dan attaqsir yang berarti memangkas.Kedua cara ini boleh dilakukan namun didalam beberapa hadist yang ada telah dijelaskan bahwa tahallul yang paling disukai oleh Rosululloh SAW adalah tahallul dengan cara alhalq.cara alhalq ini tidak berlaku bagi  para jama’ah wanita.Tahallul dengan cara alhalq telah dicontohkan oleh Rosululloh yaitu dimulai dengan mencukur habis rambut bagian kanan kemudian dilanjutkan dengan mencukur habis rambut bagian kiri.
Tahallul terdiri dari 2 macam yaitu:
1.Tahallul Awal yang artinya melepaskan diri dari keadaan berihram,setelah melakukan  2 diantara 3 perbuatan yaitu melempar jumroh aqobah dan bercukur atau melempar jumroh aqobah dan thowaf ifadloh serta sa’i dan bercukur.Tahallul ini dilakukan setelah mabit di muzdalifah.Setelah melakukan tahallul awal seseorang itu diperbolehkan berganti pakaian biasa serta memakai wewangian dan boleh melakukan apa saja yang telah dilarang ketika berihram kecuali bersetubuh.
2.Tahallul Tsani yang artinya melepaskan diri dari keadaan berihram setelah melakukan 3 perbuatan yaitu melempar jumroh aqobah, bercukur dan thowaf ifadloh serta sa’i.Untuk seseorang yang telah melakukan sa’i setelah thowaf qudum maka tidak perlu melakukan sa’i setelah thowaf ifadloh.Setelah melakukan tahallul tsani barulah seseorang itu boleh bersetubuh dengan istrinya.
Adapun syarat tahallul ialah:
1.Sedikit-dikitnya mencukur atau memotong 3 helai rambut
2.Bagi seseorang yang tidak mempunyai rambut maka cukup dengan menjalankan pisau cukur dikepalanya.
3.Saat melakukan pencukuran,semua rukun dari Umroh yang terdiri dari ihram, thowaf,dan sa’i sudah dilakukan dengan tertib.
4.tidak sah jika yang dicukur kumis atau jenggot
5.Ikhtiyatan atau menjaga kehati-hatian
Sedangkan sunnah tahallul meliputi:
1.Lebih utama bagi laki-laki digundul atau botak
2.Untuk wanita cukup memotong rambut sekadarnya saja
3.Ketika mencukur rambut dianjurkan menghadap kearah kiblat
4.Mencukur rambut dimulai dari kanan lalu kekiri
5.Rambut yang telah dicukur sebaiknya dipendam atau dikubur
Tahallul karena terhalang:
1.Jika mengikat niat ihram umrohnya dengan isytirot maka apabila terjadi sesuatu halangan boleh segera melakukan tahallul,caranya cukup dengan berniat dan mencukur rambut tanpa ada denda apapun
2.Jika niat ihram umrohnya tidak dengan isytirot maka apabila terjadi sesuatu halangan ketika umroh diperbolehkan segera melakukan tahallul dengan cara berniat dan mencukur rambut namun kena denda yaitu dengan menyembelih seekor kambing

Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini

Rabu, 16 Januari 2013

SA’I



SA’I     
Sa’i menurut bahasa berarti usaha sedangkan dalam ilmu fiqih sa’i berarti berjalan diantara bukit shafa dan bukit marwah.Sa’i merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan yang ada didalam ibadah haji maupun ibadah umroh.Dan sa’i sendiri merupakan rukun yang harus dilakukan bila tidak melakukan maka menjadi tidak sah ibadah haji maupun umroh itu.Sa’i dilakukan setelah menjalani ibadah thowaf baik thowaf umroh maupun thowaf ifadhoh.Dan sa’i dapat dilakukan dalam keadaan tidak mempunyai wudhu maupun dalam keadaan haid atau nifas.   
Sebelum melakukan ibadah sa’i seharusnya para jama’ah sudah mengetahui dan memahami sejarah dari sa’i supaya ibadah yang akan mereka lakukan bisa menjadi lebih khusyu’.Memahami sejarah sa’i dilakukan dengan tujuan agar para jama’ah mengerti untuk apa mereka melakukan ibadah sa’i ,bukan semata-mata hanya untuk mengikuti para jama’ah yang lain melainkan melakukan ibadah untuk dirinya sendiri.Dan didalam ibadah sa’i sendiri terkandung makna yang berarti untuk memohon pertolongan kepada Alloh dan memohon ampunan dari segala perbuatan dosa. Dan sa’i sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi  tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan dan taqwa kepada Alloh SWT.
Sejarah sa’i itu sendiri dapat dilihat  dari cerita perjalan istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar.Beliau yang ketika itu ditinggal oleh Nabi Ibrahim sedang mencari air minum untuk anaknya yaitu Nabi Ismail yang sedang kehausan.Ibu Hajar sendiri sudah berusaha mencari air.Dia berlari menaiki dan menuruni bukit shafa dan marwah.Kemudian ibu Hajar berdiri diatas bukit marwah namun tidak ada seorangpun disana.Dia melakukan itu berulang-ulang sampai 7 kali.Maka dari itu orang-orang yang sedang melaksanakan haji atau umroh di suruh melakukan sa’i diantara keduanya.Sesungguhnya shafa dan marwah ialah sebagian dari syiar Alloh.Dan sa’i sendiri sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi  tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan dan taqwa kepada Alloh SWT.
 Syarat melakukan ibadah sa’i terdiri :
1.       Dilakukan setelah ibadah thowaf.bila sa’i dilakukan sebelum thowaf maka sa’inya dianggap tidak sah dan harus mengulang.
2.       Melakukan sa’i antara shafa dan marwah harus sekaligus tidak boleh ada jeda ataupun istirahat kecuali untuk berdoa.
3.       Ibadah sa’i harus dilakukan sebanyak 7 kali atau 7 putaran jika tidak maka ibadah sa’inya menjadi tidak sah.

Sunnah sa’i diantaranya terdiri dari :
1.       Naik ke bukit shafa dan marwah kemudian menghadap kearah ka’bah
2.       Banyak membaca doa’ dan berdzikir terlebih ketika berada diantara bukit shafa dan marwah
3.       Dalam menjalani ibadah sa’i disunnahkan dalam keadaan suci.jika tidak memungkinkan untuk bersuci itu tidak masalah sa’inya tetap sah namun akan mengurangi pahala
4.       Ibadah sa’i dilakukan dengan cara al-khabab yaitu dengan cara berjalan cepat atau berlari-lari kecil jika mampu dan berjalan biasa bagi yang tidak mampu.
5.       Menjauhkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan dan tidak menjauhkan diri dari perkataan dosa
6.       Ketika melaksanakan ibadah sa’i tidak diperbolehkan menyakiti siapa pun baik menyakiti dengan perkataan maupun perbuatan


   Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini